Skip to main content

contoh kasus psikologis dan terapinya

Contoh kasus :
Seorang gadis perempuan yang berusia 19 tahun mengalami trauma yang cukup dalam karena gadis ini memiliki kisah masa lalu yang cukup tragis. Gadis ini mengalami kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang di lakukakan oleh pamannya selama 3 tahun saat ia berusia 9 tahun.
Terapi yang di lakukan yaitu mneggunakan terapi psikoanalisis, sebelum menjelaskan tentang bagaimana teknik teknik terapi yang di lakukan, saya akan menjelaskan secara umum apa itu terapi psikoanalis.
Psikoanalisis adalah sebuah model perkembangan kepribadian, filsafat tentang sifat manusia dan metode psikoterapi. Psikoanalisis berasal dari uraian tokoh psikoanalisa yaitu Sigmund Freud yang mengatakan bahwa gejala neurotic pada seseorang timbul karena tertahannya ketegangan emosi yang ada, ketegangan yang ada kaitannya dengan ingatan yang ditekan, ingatan mengenai hal-hal yang traumatic dari pengalaman seksual pada masa kecil. Selain itu, Freud juga mengatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh kekuatan irasional yang tidak disadari dari dorongan biologis dan dorongan naluri psikoseksual tertentu pada masa lima tahun pertama dalam kehidupannya.

Pada contoh kasus di atas dapat di lakukan terapi psikoanalis dengan teknik teknik sebagai berikut :
Teknik pertama yang di lakukan adalah Asosiasi bebas, yaitu terapis berusaha menggali informasi  masa lalu klien dengan memancing emosi klien agar dapat mengingat kembali masa lalu yang membuatnya trauma yaitu pada saat klien di lecehkan oleh pamannnya dan mengalami kekerasan fisik karena kllien takut akan ancaman pamannya maka ia memutuskan untuk memendam apa yang terjadi pada dirinya, agar dapat mengugkap secara lebih detail yang terjadi pada klien tersebut klien di tempatkan di suatu ruangan sebagai pelampiasan (katarsis) di ruangan tersebut klien dapat meengekspresikan kemarahan dan emosi yang selama ini di pendamnya di alam bawah sadar seperti teriak sekeras kerasnya dan menangis. Sebisa mungkin terapis dapat memunculkan amarah klien yang di pendam di alam bawah sadar agar informasi yang dibutuhkan terpenuhi untuk mengatasi trauma klien. Sebisa mungkin terapis memastikan agar klien tidak menahan atau menyembunyikan sesuatu yang terjadi pada masa itu.
Teknik ke dua yang di lakukan adalah analisis mimpi, yaitu prosedur yang di lakukan untuk menyingkap bahan yang tidak di sadari, dan terapis memberitahu klien tentang area masalah yang tidak terselesaikan oleh klien melalui mimpi yang di alami klien secara berulang ulang  karena menurut freud pada saat tidur pemikiran yang di tekan di alam bawah sadar bisa muncul ke permukaan.
Teknik ke tiga yang di lakukan adalah analisis resistensi, yaitu dinamika yang tidak di sadari untuk mempertahankan kecemasan, terapis harus bisa mengendalikan kecemasan klien sehingga klien dapat menyadari alasan timbulnya resistensi tersebut.
Teknik ke empat yang di lakukan adalah Analisis Transferensi/Pengalihan, dalam teknik ini, masa lalu dihidupkan kembali. Pada teknik ini diharapkan pasien dapat memperoleh pemahaman atas sifatnya sekarang yang merupakan pengaruh dari masa lalunya.
Pada kasus di atas klien harus bisa paham akan perubahan sifatnya sejak terjadinya kekerasan fisik dan pelecehan seksual yang di alaminya pada masa kecil, seperti emosi yang sulit di kontrol, kecemasan ketika dekat dengan laki laki, perubahan itu harus bisa klien sadari dan pahami agar memudahkan proses terapi. Teknik ini adalah teknik yang paling utama karena masa lalu klien di bangkitkan. Maka dari itu terapis di sini harus bisa membantu klien agar dapat paham akan perubahan perilakunya yang sekarang.

Teknik yang terakhir di lakukan adalah Penafsiran yaitu prosedur dalam menganalisa asosiasi bebas, analisis mimpi, analisis resistensi dan transferensi. Prosedurnya terdiri atas tindakan-tindakan analisis yang menyatakan, menerangkan, bahkan mengajari klien makna-makna tingkah laku yang dimanifestasikan oleh mimpi-mimpi, asosiasi bebas, resistensi-resistensi dan hubungan terapeutik itu sendiri.

Setelah ke empat teknik itu di lakukan teknik yang teraakhir terapis lakukan adalah penafsiran dari teknik teknik tersebut, terapis disini harus lebih teliti dalam menafsirkan apakah adalah kesenjangan antara apa yang di katakana klien dengan prilaku yang klien tunjukan pada saat terapi berlangsung.

Comments

Popular posts from this blog

contoh kasus dan penerapan Logoterapi

Contoh kasus dan penerapan logoterapi A adalah seorang wanita berusia 17 tahun. A mempunyai suatu fobia dengan seekor ulat. Awal mula fobia pada si A adalah ketika A berusia 7 tahun, A duduk di bawah pohon rindang dan saat itu pula ulat yang berada di pohon tersebut jatuh tepat di atas tangannya, A yang kaget langsung berlari menghampiri ibunya sambil menangis ketaakutan. Sejak saat itu A tidak berani lagi dengan seekor ulat atau sekedar duduk-duduk santai di bawah pohon. Ketika A melihat ulat secara langsung A menjerit histeris dan berlari menghindari tempat ulat itu berada, namun jika A melihat ulat berupa gambar A hanya merasa geli. Analisis kasus Tahapan Tahapan dalam dalam logoterapi Tahapan pertama adalah perkenalan denagn membangun raport. Raport adalah sesuatu yang penting dalam proses konseling atau terapi , karena raport itu berfungsi untuk membangun suasana yang nyaman serta membuat klien agar tidak tegang pada saat konseling atau terapi. Tahapan yang kedua adal...

Pengaruh Dalam Organisasi

PENGARUH DALAM ORGANISASI Definisi Pengaruh Dalam Organisasi Sebagai esensi dari kepemimpinan, pengaruh diperlukan untuk menyampaikan gagasan, mendapatkan penerimaan dari kebijakan atau rencana dan untuk memotivasi orang lain agar mendukung dan melaksanakan berbagai keputusan. Jika kekuasaan merupakan kapasitas untuk menjalankan pengaruh, maka cara kekuasaan itu dilaksanakan berkaitan dengan perilaku mempengaruhi. Oleh karena itu, cara kekuasaan itu dijalankan dalam berbagai bentuk perilaku mempengaruhi   dan   proses-proses mempengaruhi yang timbal balik antara pemimpin dan pengikut, juga akan menentukan efektivitas kepemimpinan. Jenis-jenis spesifik perilaku yang digunakan untuk mempengaruhi dapat dijadikan jembatan bagi pendekatan kekuasaan dan pendekatan perilaku mengenai kepemimpinan. Sejumlah studi telah mengidentifikasi kategori perilaku mempengaruhi yang proaktif yang disebut sebagai taktik mempengaruhi, antara lain : ยท     ...